Friday 14 May 2010

Teroris Ingin Bunuh Presiden SBY 17 Agustus




VIVAnews - Kepolisian menangkap sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai teroris. Penangkapan dilakukan di sejumlah tempat antara lain, Cililitan Jakarta Timur, Cikampek Jawa Barat dan Solo Jawa Tengah.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Bambang Hendarso menuturkan bahwa kelompok teroris yang ditangkap di sejumlah tempat itu terkait dengan kelompok teroris yang dibekuk di Pegunungan Jalin Janto, Aceh, beberapa waktu lalu.

Kelompok yang oleh polisi diduga teroris itu disebut-sebut sudah menyiapkan sejumlah rencana serangan terhadap sejumlah orang penting di Pulau Jawa, terutama Jakarta. Tagert mereka adalah menguasai tempat-tempat berkumpulnya warga asing di ibukota.

"Menguasai hotel yang terdapat kelompok tertentu seperti Mumbai," kata Bambang Hendarso Danuri dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 14 Mei 2010.

Selain menyerang warga asing, lanjut dia, para teroris ini juga akan menyerang Presiden RI dan pejabat negara. Selain itu, rencana penyerangan juga akan dilakukan terhadap temu negara asing yang termasuk tamu VVIP.

"Setelah itu mereka mendeklarasikan berdirinya tanzim alqaidah telah berdiri di Indonesia," kata dia.

Kapolri mengatakan rencana penyerangan terhadap Kepala negara dan pejabat itu akan dilakukan saat upacara Hari Ulang Tahun RI pada 17 Agustus 2010.

"Pada 17 Agustus 2010 mereka akan melakukan penyerangan dan pembunuhan para pejabat yang melakukan upacara 17 Agustus, terutama tamu negara asing," kata dia.

Pada November 2009, sekelompok teroris menduduki dua hotel di Mumbai, India. Selain Hotel Taj Mahal, teroris juga menyerbu Hotel Oberoi, Mumbai.

Serangan teroris selama tiga hari membuat Mumbai praktis lumpuh dan mencekam. Sebanyak 174 orang, termasuk sembilan pelaku tewas dalam aksi teror terbuka itu.

No comments: