Thursday, 29 October 2009

Makalah Masalah Pokok Ekonomi

BAB I

PENDAHULUAN


Pernakah kau melontarkan kata tanya apa, bagaimana, dan siapa ketika kamu menghadapi masalah? Tiga pertanyaan ini pula yang harus dijawab oleh ilmu ekonomi. selanjutnya, kita akan melihat sejauh mana system ekonomi dapat memecahkan masalah ini.

Pernakah kamu atau keluargamu menemui kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, misalnya ketikan ayahmu kehilangan pekerjaan? pada sat itu, kamu ingin membantu kedua orang tuamu, bukan? Apa yang kamu lakukan? Ayo, kita lihat kisah kawan kita, Nomi, berikut ini.

Saat ini, keluarga Nomi sedang mengalami permasalahan tersebut. kemudian ia memutuskan untuk mencari uang dengan menjual makanan disekitar rumah dan sekolahnya. selanjutnya, ia mulai menganalisis pertanyan-pertanyaan seperti ini.

  1. Makanan apa yang harus ia buat sebelum berangkat sekolah? Melihat waktu yang sangat sempit, Nomi memutuskan untuk membuat gorengan seprti Ubi, Singkong, dan Pisang Goreng.

  2. Bagaimana cara membuatnya? siapa saja yang akan membantunya? Ia membagi tugas untuk Ayah, Ibu dan Adik. Ayah dan Ibu bertugas membeli bahan-bahan makanan di pasar setiap malam. Nomi dan Adik bertugas di dapur untuk membuat gorengan

  3. Siapa saja orang-orang yang akan mengkonsumsi gorengan itu? Nomi berharap gorengan itu dapat dikonsumsi orang-orang yang mencari serapan. untuk itu, ibu menitipkannya ke warung-warung di dekat rumah. Nomi dan Adik juga menitipkan gorengan itu ke kantin sekolah.

Kamu lihat bahwa Nomi sudah mampu menjawab ketiga pertanyaan tersebut, bukan? Jawaban yang diberikan berupa tindakan ekonomi untuk memecahkan permasalahannya. Artinya, Nomi telah mampu memecahkan masalah ekomoni keluarganya. cobalah kamu ingat kembali permasalahan kamu dan keluargamu pernah alami. apa yang kamu lakukan pada saat itu?


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


Masalah ekonomi modern dan masalah ekonomi klasik

  1. Permasalahan Ekonomi Modern

Contoh diatas merupakan salah satu masalah ekonomi sebuah masyarakat kecil, yaitu keluarga. masyarakat umum dan negarapun harus menjawab tiga pertanyaan tersebut. Ayo, kita lihat lebih dekat tiga pertanyaan mendasar tersebut.

  1. Apa dan Berapa yang Diproduksi

Masalah ini menyangkut jenis barang dan jumlah yang akan diproduksi. karena sumber daya terbatas, masyarakat harus memutuskan barang apa yang akan diproduksi : apakah kita akan memproduksi makanan, obat-obatan atau mesin-mesin industri, buku-buku atau video, TV atau mainan anak, dan seterusnya. sangat tidak mungkin untuk memproduksinya semua jenis benda pemuas kebutuhan tersebut sejumlah yang diinginkan oleh masyarakat. setelah ditentukan apa yang akan diproduksi masyarakat harus memutuskan berapa jumlah barang tersebut harus diproduksi sehingga dapat ditentukan berapa sumber daya yang harus dialokasikan untuk makanan, berapa untuk obat-obatan, berapa untuk mesin-mesin industri, dan seterusnya. jika kita ingin memproduksi lebih banyak makanan, artinya sumber daya untuk memproduksi obat-obatan akan berkurang. dan sebaliknya.

Keputusan mengenai barang apa yang harus diproduksi, harus dipertimbangkan dengan cermat. dalam pengalokasian dana pembangunan, terutama dalam memproduksi barang-barang, kita harus mengajukan alasan mengapa barang itu di produksi.

kita harus dapat menjawab mengapa pembangunan diarahkan ke sektor pertanian? mengapa bukan ke sektor industri, misalnya setelah memprioritaskan ke sektor pertanian, selanjutnya harus ditentukan apakah kita akan memproduksi bahan pangan atau bahan untuk diekspor.

Jika kita sudah diputuskan barang apa yang diproduksi, maka masalah berikutnya adalah berapa jumlah tergantung pada kondisi ekonomi dan system ekonomi Negara yang bersangkutan

  1. Bagaimana Cara Memproduksinya

Masalah dalam hal ini adalah teknologi dan metode industri apa yang digunakan untuk memproduksi suatu barang; berapa jumlah tenaga kerja, jenis mesin apa, serta bahan mentah apa yang akan digunakan. produksi dengan teknologi pada karya banyak menggunakan tenaga manusia, tetapi jumlah produksinya terbatas. jika kita digunakan adalah teknologi pada modal maka yang menjadi masalah adalah dari mana akan diperoleh modalnya

Masalah kedua yang harus ditangani adalah bagaimana mengkombinasikan faktor-faktor produksi yang ada agar berhasil guna dan berdaya guna. Hal ini berkaitan dengan masalah metode produksi ini adalah bagaimana melakukan proses produksi tersebut seefisien mungkin sehingga produksi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan, baik dalam jangka pendek maupun dalan jangka yang panjang

  1. Untuk Siapa Diproduksi

Permasalahan ini adalah, siapa yang memerlukan barang tersebut dan siapa saja yang menikmati hasilnya. dengan kata lain, bagaimana cara pendistribusiaanya. apakah barang-barang yang diproduksi tersebut akan didistribusikan menurut ukuran pendapatan, kekayaan, atau kelompok tertentu dari masyarakat?


  1. Masalah Ekonomi Klasik

Pada tahun 1870 berkembang teori ekonomi klasik yang dipelopori oleh Adam Smith. para penganut teori tersebut mengemukakan bahwa permasalahan ekonomi merupakan satu kesatuan proses yang terdiri dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi. kesejahteraan/kemakmuran masyarakat dipengaruhi oleh :

MASALAH-MASALAH YANG TERDAPAT DALAM EKONOMI

Masalah Pokok Ekonomi

  1. Konsumsi

Setiap kebutuhan manusia atau masyarakat didesak oleh kebutuhan-kebutuhan atau keinginannya dalam menentukan jenis barang-barang dan jasa yang hendak digunakan atau dikonsumsi.

  1. Produksi

Masalah produksi berkaitan erat dengan produk (barang dan jasa) apa yang akan diproduksi, untuk siapa barang tersebut diproduksi, menggunakan tenaga kerja berapa. dalam kegiatan produksi, tidak terlepas dari cara penggunaan bahan mentah, peralatan (modal), tenaga kerja, dan teknologi yang menentukan kapasitas produksi atau kemampuan memproduksi barang dan jasa.

  1. Distribusi

Masalah distribusi adalah bagaimana menyalurkan barang dan jasa dari produsen sampai ke konsumen serta saluran distribusi apa yang akan digunakan. misalnya lewat distributor, agen, atau saluran lainnya

  1. Pertumbuhan

Masalah pertumbuhan ekonomi menyangkut bertambahnya pendapatan nasional, di antaranya bertambahnya pendapatan \ masyarakat. Pertumbuhan juga berkaitan erat dengan kelangsungan hidup manusia. Pokok masalahnya adalah bagaimana kehidupan ekonomi berjalan terus menerus dengan sumber daya alam yang semakin berkurang, sementara pertambahan penduduk dan kebutuhan masyarakat terus meningkat.



Masalah Ekonomi Lokal Dan Masalah Ekonomi Global


    1. Masalah Ekonomi Lokal

Masalah ekonomi dapat dipelajari dari berbagai sudut pandang; sebagaimana telah dijelaskan pada awal bab ini bahwa masalah ekonomi yang dianalisis berdasarkan pendekatan letak geografis, menimbulkan konsep ekonomi regional (regional econimics) atau ekonomi lokal yang menyelidiki tata ruang sumber- sumber yang langka seta hubungannya dengan pengaruh terhadap lokasi berbagai macam usaha kegiatan baik ekonomi maupun social.

Ilmu ekonomi ini berguna karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan dan manfaat dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi lokal atau dapat dikelompokkan menjadi dua permasalahan yaitu sebagai berikut:


  1. Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi

Masalah ini berhubungan dengan bagaimana mengatur

perekonomian dari waktu ke waktu (bulan, triwulan, semester, dan tahun). Ada tiga permasalahan yang sering muncul, yaitu:

  • Inflasi berhubungan dengan masalah kestabilan harga- harga barang dan jasa.

  • Pengangguran atau kesempatan kerja.

  • Ketidakstabilan neraca pembayaran suatu Negara.


  1. Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan ekonomi

Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan ekonomi yaitu bagaimana mengendalikan perekonomian supaya terjadi keseimbangan antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana untuk investasi. Masalah jangka panjang juga mengatur untuk dapat menghindari masaJah ekonomi tersebut dalam waktu yang lebih panjang (lima tahun, sepuluh tahun, dua puluh tahun, dan seterusnya)

Masalah ekonomi jangka pendek, misalnya inflasi atau kenaikan tingkat harga umum secara terus menerus, sebagai akibat keadaan jumlah uang yang beredar lebih banyak dibandingkan dengan mengatur jumlah barang, dapat diatasi dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Mengurangi jumlah uang yang beredar dapat dilakukan dengan menaikkan tingkat suku bunga bank, dengan harapan orang yang meminjam berkurang dan yang menabung meningkat, sehingga jumlah uang yang beredar berkurang. Disamping itu, juga dapat ditempuh dengan cara pemerintah menjual surat- surat berharga, misalnya setifikat Bank Indonesia, kepada masyarakat dengan harapan uang yang beredar di masyarakat dapat di tarik oleh bank.

Untuk mengatasi inflasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Kebijakan uang ketat (tight money policy)


  • Politik diskonto yaitu menaikkan dan menurunkan tingkat bunga.

  • Pasar terbuka adalah kebijaksanaan pemerintah melalui bank sentral untuk menjual surat- surat berharga berupa SB I

  • Meningkatkan kas rasio yaitu perbandingan antara modal dengan dana pinjaman.

  • Kredit selektif yaitu kebijaksanaan bank sentral untuk memperketat pemberian kredit.

  1. Kebijaksanaan fisikal yaitu menentukan tariff pajak yang tingi dengan harapan pajak yang ditarik pemerintah banyak, sehingga uang yang beredar sedikit. Dapat pula dengan anggaran surplus yaitu penerimaan pemerintah lebih banyak dibandingkan pengeluarannya

  2. Kebijaksanaan bidang produksi yaitu dengan cara mempertinggi jumlah produksi, membeli subsidi kepada produse, sehingga produksi lebih produktif untuk menghasilkan jumlah produksi lebih banyak. Pemerintah dapat pula mendorong pengusaha untuk menanamkan modalnya (invenstasi) baru.

  3. Kebijaksanaan perdagangan interaksional yaitu dengan cara menurunkan biaya impor, dengan harapan barang dan jasa yang beredar di masyarakat dalam negeri melimpah.

  4. Kebijaksanaan bidang harga yaitu kebijaksanaan pemerintah dalam menetapkan harg maksimum bagi barang dan jasa.

Ketidakstabilan neraca pembayaran atau difisit surplus neraca pembayaran merupakan masalah ekonomi suatu Negara. Pengertian neraca pembayaran adalah catatan transaksi- transaksi internas/onaJ<>

Defisit neraca pembayaran tidak berarti buruk dalam jangka pendek sebab, hal ini merupakan kondisi aliran modal ke luar lebih banyak dibandingkan modal yang masuk. Masalah ini dapat diselesaikan dengan meningkatkan penerimaan ekspor yang lebih besar dibandingkan kewajiban membayar impor, akan tetapi dalam jangka panjang merupakan masalah. Begitu pula sebaliknya, apabila neraca pembayaran surplus berkepanjangan tidak baik, neraca pembayaran akan baik apabiia dibeianjakan. Devisa yang terakumulasi hanya akan mendorong tingkat harga umum naik.


    1. Masalah Ekonomi Global

Akhir- akhir ini mungkin kalian sering mendengar kata global atau globalisasi. Secara sederhana, kata globalisasi mengandung pengertian menyatunya negara- negara di dunia menjadi negara yang sangat besar. Globalisasi terjadi akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi dan sarana transportasi, sehingga batas- batas negar menjadi kurang berarti secara ekonomi.

Pengaruh globalisasi dapat kalian rasakan dari segi budaya musik yang didengarkan remaja Singapura, Jepang. Amerika, bahakan negara-negar di Afrika. Begitu pula jenis mode pakaian, dan makanan yang hampir sama di berbagai negara. Masalah ini dialami pula di bidang ekonomi, yang dikenal dengan globalisasi ekonomi; mengandung pengertian semakin menyatunya kegiatan ekonomi antara negara di dunia. Berbagai contoh dapat kalian lihat terciptanya globalisasi ekonomi. diantaranya sebagai berikut.

  1. Bidang Produksi

Dewasa ini kalian akan sering mengalami kesulitan dalam menentukan dimana produk tersebut dibuat. Misalnya untuk produk pakaian yang dibuat di Perancis, kapasnya dari Cina, kainnya dibuat di Indonesia, kancingnya dari Itali, benangnya dari Amerika, dirancang dan dibuat di Perancis. Dengan keadaan seperti itu, dapatkah produk tersebut buatan Perancis?

Masalah serupa dapat kalian temukan pada industri- industri mobil, elektronik, computer, pesawat terbang, dan sebagainya. Hal itu terjadi karena sangat jarang suatu negara yang dapat memproduksi suatu barang dari hulu sampai hilir. Di samping itu, penggunaan bahan dari negara lain juga dilakukan dengan alas an efisiensi; apabila salah satu bahan diproduksi sendiri biayanya terlalu mahal.


  1. Bidang Tenaga Kerja

Mungkin kalian sering mendengar bahwa di Jakarta banyak terdapat orang asing bekerja pada suatu kantor atau banyak tenaga i kerja kita yang bekerja di luar negeri. Hal ini dapat saja terjadi, dan sekarang menjadi wajar, karena siapa pun apabial ada kesempatan dan memenuhi syarat maka ia dapat bekerja dimana pun. Misalnya sebuah perusahaan di Indonesia memperkerjakan orang Philipina karena kemampuannya berbahasa Inggris, atau memperkerjakan orang Jepang karena etos kerjanya yang tinggi.


  1. Bidang modal

Globalisasi ekonomi memudahkan pengusaha mendapatkan modal untuk memperluas perusahaanny. Misalnya perusahaan tambak ikan di Indonesia memerlukan modal untuk memperluas tambaknya, dapat saja meminjam modal dari Hongkong, karena tingkat bunga di Indonesia dianggap terlalu mahal.

Masalah ekonomi global semakin kompleks seiring dengan dorongan perdagangan bebas. Negara berkembangan semakin ketinggalan dalam banyak hal; misalnya masuknya barang- barang negara maju mudah (tanpa proteksi), akan menimbulkan ketergantungan, kualitas sumber daya manusia yang ketinggalan, produk- produk dalam negeri yang tidak laku karena kualitas, dan harga produk luar yang lebih baik.

Bagaimana akibat dari masalah ekonomi global dan perdagangan bebas itu terhadap masalah ekonomi nasional? Jawabannyaa dapat beraneka ragam. Salah satunya adalah pereknomonian nasional kalah dalam bersaing. Oleh karena itu, agar tidak ketinggalan, harus memenangkan persaingan. Ada tiga cara untuk memenangkan persaingan yaitu:

  1. Meningkatkan eftsiensi yaitu dengan cara mclakukan peghematan di segala bidangdan sector kegiatan ekonomi; misalnya menghilangkan biaya yang tidak perlu (efisiensi ekonomis), dan pengalokasian sumber daya yang terbaik (efisiensi teknis)

  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yaitu meningkatkan kemampuan. keterampilan, etos kerja yang tinggi, ulet. dan tidak mudah menyerah. Berbagai cara dapat dilakukan. seperti melalui pendidikan. pemagangan, latihan kerja. dan lain- lain.

  3. Mengadakan progam penelitian dan pengembangan (research and development) atau litbang. dengan tujuan untuk: perbaikan, penyesuaian ide- ide. serta pengembangan yang berakhir dengan suatu produk yan lebih bermanfaat. Penelitian dan pengembangan berkaitan erat dengan penemuan (invention) yang mencakup

Penemuan metode- metode baru, teknik- teknik produksi baru, dan produk- produk baru, serta pembahanian (innovation) yaitu membawa penemuan baru ke masyarakat (pasar).

Perekonomian yang efisien akan mampu memproduksi barang dengan kualitas yang tinggi dana harga yang murah, sedangkan sumberdaya yang berkualitas dan penelitian yang baik akan memungkinkan perekonomian untuk menghasilkan produk- produk yang berkualitas dan kemungkinan lebih murah.


KESIMPULAN


  • Masalah pokok dalam perekonomian muncul manakala terjadinya kctidak keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan yang tersedia .

  • Secara garis besar permasalahan ekonomi di bedakan menjadi dua yaitu permasalahan ekonomi klasik dan modern.

  • Pada tahun 1870 berkembang teori ekonomi yang klasik yang di pelopori oleh Adam Smith. Para penganut teori tersebut mengemukakan bahwa permasalahan ekonomi merupakan satu kesatuan proses yang terdiri dari proses produksi ,distribusi dan komsumsi. kesejahteraan / kemakmuran masyarakat di pengaruhi oleh kemampuan manusia dalam mengelolah ketiga proses tersebut.

  • Produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan barang

  • Distribusi pcnyaluran barang /jasa ke konsumen

  • Komsumsi, kesesuaian antara barang yang di produksi (den kebutuhan masyarakat.

  • Permasalahan ekonomi modern terdiri dari pilihan tentang barang dan jasa apa ( what ) yang harus diproduksi dan berapa (how many/how much) jumlah yang diproduksi bagaimana (how) faktor - faktor produksi yang tersedia harus diolah untuk menghasilkan barang dan jasa yang di butuhkan, siapa (who) pihak yang akan mengelolah faktor faktor prokduksi menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan ,serta untuk siapa (for whom) barang dan jasa tersebut di hasilkan atau bagaimana barang dan jasa tersebut distribusikan .

  • Permasalahan tenaga kerja di Indonesia antara lain tindakan produsen .kualitas sumber daya manusia yang masih rendah dan jumlah angkatan kerja .

  • Klasifikasi usia kerja ialah :

  • Anak di bawah usia 13 tahun tidak boleh di pekerjakan

  • Anak usia 13 tahun - 15 tahun boleh di pekerjakan pada pekerjaan ringan.

  • Anak umur 14 tahun ke atas boleh di pekerjakan di tempal kerja yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan atau pelatihan yang di sahkan pejabat berwenang

  • Anak dapat melakukan pekerjaan untuk menyumbangkan bakat dan minat

  • Anak yang di pekerjakan oleh pengusaha hams memenuhi syarat tertentu

  • Depdiknas mengeluarkan cmpat kebijakan pendidikan meliputi : pemerataan pendidikan ,relevansi pendidikan peningkatan mutu pendidikan ,efisiensi pendidikan .

  • Penyebab tcrjadinya pengangguran ialah pertambahan angkatan kerja lebih besar dari pada pertambahan lapangan kerja .kualitas angkatan kerja tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja karena adanya miss match dalam pendidikan dan pelatihan ,dan kurangnya informasi pasar kerja dan rendahnya efektifitas bursa kerja karena .lemahnya pendataan dan terbatasnya jaringan dan pelayanan burs kerja .


SARAN


Dengan melihat situasi dunia sekarang ini kita dapat mcngetahui bahwa telah terjadi krisis global yang sangat memprihatinkan. semoga dengan terjadinya krisis global ini kita sebagai mahluk ekonomi dapat instropeksi diri terhadap apa yang telah lakukan selama ini dalam dunia ekonomi. Selain itu, kita juga harus benar - benar melakukan penghematan atau melakukan efisiensi terhadap sumber daya yang dingunakan. Kita juga harus melakukan prioritas terhadap barang dan jasa yang kita butuhkan.

Dengan adanya dukungan dan partisipasi dari rakyat dan pemerintah yang secara pro aktif mengatasi segala masalah ekonomi yang muncul , semoga dapat mengatasi segala masalah ekonomi yang muncul, semoga dapat mengatasi dampak krisis global yang telah melanda dunia saat ini .


DAFTAR PUSTAKA


Alam S, Drs. 2007, Ekonomi untuk SMA dan MA kelas x. Jakarta : Penerbit

ESIS Erlangga


Sariono Enro, 2007, Manusia dan perilaku ekonomi. Penerbit Geneca Exact.


Suryanto, Prof. M.ED.Ph.d. Nurhadi. Drs MM. 2003. Ekonomi SMP, Jakarta

Erlangga


www.google.com


Wednesday, 28 October 2009

MENAKAR KUALITAS DEMOKRASI DAN SOSIALISASI BUDAYA POLITIK DALAM PILKADA SULAWESI SELATAN

A. Pengantar
Kehidupan manusia dalam masyarakat, memiliki peranan penting dalam sistem politik suatu negara. Manusia dalam kedudukannya sebagai makhluk sosial, senantiasa akan berinteraksi dengan manusia lain dalam upaya mewujudkan kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup manusia tidak cukup yang bersifat dasar, seperti makan, minum, biologis, pakaian dan papan (rumah). Lebih dari itu, juga mencakup kebutuhan akan pengakuan eksistensi diri dan penghargaan dari orang lain dalam bentuk pujian, pemberian upah kerja, status sebagai anggota masyarakat, anggota suatu partai politik tertentu dan sebagainya.
Setiap warga negara, dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek-aspek politik praktis baik yang bersimbol maupun tidak. Dalam proses pelaksanaannya dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung dengan praktik-praktik politik. Jika secara tidak langsung, hal ini sebatas mendengar informasi, atau berita-berita tentang peristiwa politik yang terjadi. Dan jika seraca langsung, berarti orang tersebut terlibat dalam peristiwa politik tertentu
Seperti yang kita saksikan bahwa dalam pemilihan Kepala Daerah Gubernur Sulawesi-Selatan kemarin digelar dengan berbagai macam Partai-partai politik yang telah bertarung, sosialisasinya menyiapkan calonnya untuk didaftarkan dalam pemilihan Kepala Daerah. Berbeda dengan pemerintahan otoriter yang ada pada masa soeharto (masa Orde Baru) yaitu Sentralisasi Kekuasaan, dimana kepala daerah pada masa itu ditunjuk, diangkat dan dipilih langsung oleh pemerintah pusat (presiden). Pilkada harus diletakkan dalam kerangka sebagai proses maju dalam proses politik demokrasi di Indonesia, terlepas dari sana-sini masih begitu banyak kelemahan dan kekurangan. Namun, seperti yang ditakutkan oleh banyak bahwa proses demokratik ini bisa di bajak oleh elit politik oportunis yang memainkan posisinya sebagai raja-raja lokal.
Seiring dengan ditetapkannya dan disahkannya UU Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah mengenai proses Pemilihan Kepala Daerah secara Langsung (baca; Pilkada Langsung), sejak bulan Juni tahun 2005 kemarin berbagai daerah-daerah yang ada di Indonesia telah banyak melakukan Pemilihan Kepala Daerah secara langsung. Dilihat dari Proses Pilkada di daerah-daerah yang sudah dilaksanakan ternyata begitu banyak kekurangan-kekurangan yang terjadi seperti maraknya praktik-praktik money politik oleh calon dan jauh sebelum pelaksanaan pemilihan kepala daerah langsung praktik money politik sudah banyak terjadi di berbagai tempat. Pasangan calon harus mengeluarkan uang yang banyak dan begitu besar untuk sekedar “menjadi calon” mengeluarkan uang untuk partainya, konstituen, broker-broker politik lokal, sebagai uang suap agar memilih pasangan calon tersebut.
Yang sangat ekstrem adalah pandangan yang menganggap hal lumrah pelanggaran-pelanggaran seperti money Politik, Kampanye terselubung, curi star, mempergunakan jalur birokrasi dan black Kampanye. Padahal sistem demokrasi mengisyaratkan bahwa peningkatan kualitas demokrasi hanya akan mungkin jika kompetisi para kandidat bisa berjalan dengan objektif dalam pengertian bahwa biarkan rakyat yang akan memilih.
B. Pembahasan
1. Peranan Partai Politik Dalam Sosialisasi Budaya Politik pilkada
Raymond Garfield Gettel memberi batasan bahwa partai politik terdiri dari sekelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisir, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan yang dengan memakai kekuasaan memilih bertujuan mengawasi pemerintahan dan melaksanakan kebijakan umum mereka. George B Huszr dan Thomas H. Stevenson, partai politik merupakan sekelompok orang-orang yang terorganisir untuk ikut serta mengendalikan pemerintahan, agar dapat melaksanakan programnya dalam jabatan.
Organisasi dan aktivitas-aktivitas politik yang berusaha untuk menguasai pemerintahan serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan dengan satu golongan atau golongan-golongan lain yang mempunyai pandangan yang berbeda”. Jadi, Secara umum dapat dikatakan bahwa partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggota mempunyai orientasi nilai-nilai dan cita-cita yang sama dalam Pemilihan Kepala Daerah.
Adanya sosialisasi budaya politik akan mengarahkan perjuangan dalam persaingan dengan satu golongan atau golongan-golongan lain dalam pemilihan Kepala Daerah sehingga proses pemilihan bisa terarah sesuai apa yang diharapkan kedepan.
Muhammad Asfar dalam artikelnya berjudul ( Pilkada langsung dan masa depan demokrasi) “Dalam suatu pemerintahan dimana para pejabat publik dipilih secara langsung oleh rakyat, penyelenggaraan pemerintahan haruslah dilakukan oleh pemerintah yang representatif (representatif goverment). Jadi dalam suatu pemerintahan kepala daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat, pemerintahan daerah haruslah yang representatif. Representatif goverment adalah suatu penyelenggaran pemerintahan yang dicirikan setidaknya ada tiga karakteristik. Pertama, responsive terhadap aspirasi masyarakat, kedua, mampu mengartikulasikan isu-isu, program dan janji-janji partai politik dalam pemilu (kampanye) menjadi kebijakan publik, ketiga, akuntabel. Dalam hal ini penyelenggaraan pemerintahan pemilihan kepala daerah haruslah mendengar semua aspirasi-aspirasi masyarakat, menawarkan program-program dan isu-isu untuk kesejahteraan rakyat dan bukan hanya untuk sekedar hanya janji-janji semata.
2. Kelebihan Dan Kekurangan Pilkada
Seperti telah dipahami bersama bahwa dengan digantikannya UU Nomor 22 tahun 1999 dengan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah maka proses perbaikan dalam politik lokal tengah berlangsung. Saat disahkannya UU Nomor 32 tahun 2004 ini oleh DPR-RI itu sangat mengundang polemik dan begitu banyak tentangan-tentangan mengenai proses penyusunan aturan hukum pilkada langsung dalam UU Nomor 32 tahun 2004 yang kurang transparan dan tidak melibatkan publik secara luas.
Dalam proses Pemilihan kepala daerah(Pilkada) di berbagai daerah-daerah dapat kita lihat ada begitu banyak kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya, pertama, bahwa pilkada bisa mendorong partisipasi politik rakyat, karena jaman orde baru rakyat tidak bisa terlibat langsung dalam partisipasi politik pilkada karena adanya sentralisasi kekuasaan. Kedua, Antara rakyat dengan calon ada kedekatan secara politik (“masih bisa diperdebatkan karena mekanisme pencalonan yang tidak partisipatif/mengakar”). Jika dibandingkan dengan model penunjukan lansung jaman Orde Baru maka bisa dikatakan interaksi calon dengan massa pendukung lebih kuat. Ketiga menjadi proses pendidikan politik bagi rakyat, mobilisasi-mobilisasi massa akan membangkitkan kesadaran berpolitik dan berdemokrasi. Sangat salah pandangan yang melihat mobilisasi-mobilisasi umum, dan rapat-rapat akbar sebagai sesuatu hal yang negatif, sistem demokrasi manapun mengakui saluran politik aksi massa sebagai sebuat metode demokratis penyampaian aspirasi.
Adapun kekurangan-kekurangan dalam proses pemilihan kepala daerah, pertama, mekanisme pencalonan yang kurang transparan, tidak demokratis dan kadang menjadi alat monopoli partai politik. Kedua, masih lemahnya kontrol rakyat dalam proses pilkada, rakyat hanya dijadikan sebagai kekuatan mobilisasi untuk partai politik tertentu. Ketiga, masih terjadinya praktik money politik, penggelembungan suara dan pemanfaatan struktur birokrasi unutk memenangkan calon tertentu. Keempat, masih kuatnya kultur primordialisme dan etnisitas sehingga cenderung pemilih kurang rasional dalam menentukan pilihan karena terjebak oleh simbol-simbol primordialisme. Kelima, kurangnya sosialisasi secara massa pada masyarakat tentang calon, program-program, dan syarat-syarat pemlih. Keenam, undang-undang pilkada dan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah belum memberikan kesempatan bagi calon independen yang didukung oleh organisasi-organisasi massa sehingga pemilihan kepala daerah menjadi pertarungan politik bagi partai-partai korup.
3. Demokrasi Versus Primordialisme Pilkada
Melihat aroma pertarungan politik menjelang pelaksanaan pilkada sulawesi selatan, bentuk-bentuk lama dalam mobilisasi dukungan seperti pemanfaatan jabatan, kekayaan dan money politik, dan terutama pendekatan primordialisme masih sangat kental. Bisa dilihat dari beberapa nama yang sudah muncul mewakili blok-blok etnisitas yang ada di sulawesi selatan seperti Syahrul Y Limpo (mewakili Etnis Makassar, Gowa, takalar, jeneponto, bantaeng) Amin Syam (mewakili etnis Bugis Bone, Wajo, dan lain-lain), Abdul Azis Kahar Musakkar (mewakili etnis Luwu dan sekitarnya). Untuk proyeksi politik dalam pertarungan pilkada ini kelihatannya masih kental dengan kepentingan elit politik budaya lokal untuk memperebutkan porsi kekuasaan yang lebih tinggi di daerah yang dikenal dengan kekayaan alamnya ini.
Memang, calon-calon tersebut memiliki basis politik dalam pengertian bahwa mereka didukung oleh partai-partai dan organisasi kemasyarakatan tertentu. Meskipun pendukung (baca; Keanggotaan Partai) melampaui batas-batas etnisitas, agama, daerah, dan lain-lain namun kepentingan elit partai sungguh fragmentatif sehingga menyulut perpecahan/konflik di internal partai. Partai kemudian tidak berdaya berhadapan dengan batas-batas primordialisme yang begitu kental tersebut, belum lagi kualitas elit politik dalam partai memang kapasitas sangat rendah.
Dan kemunculan calon independen (kalaupun dibolehkan oleh Judicial Review MK) tidak akan merubah konfigurasi politik tersebut. Malah jika tidak didukung oleh organisasi massa yang plural dan demokratis, maka wacana calon independen hanya akan menyuburkan hubungan patron-klien. Dan saya pikir ini semakin mengarah pada jalan berkuasanya raja-raja kecil di daerah diatas dukungan pemilih yang tidak rasional.
C. Kesimpulan
Adanya sosialisasi budaya politik akan memperbagus demokrasi politik sehingga mengarahkan perjuangan dalam persaingan dengan satu golongan atau golongan-golongan lain dalam pemilihan Kepala Daerah sehingga proses pemilihan bisa terarah sesuai apa yang diharapkan kedepan.



DAFTAR PUSTAKA
Kartaprawira, Rusadi, 2002. Sistem Politik Indonesia Suatu Model Pengawas Edisi Revisi, Cetakan Kedelapan. Sinar Baru Algerisindo, Bandung.
Gatara, Said, 2007. Sosiologi Politik Konsep dan Dinamika Perkembangan Kajian, Cet. I. Pustaka Setia, Bandung.
http://www.slideshare.net/supriono/partai-politik
http://www.asiatour.com/lawarchives/indonesia/partai/uu_partai_babIII.htm

Wednesday, 14 October 2009

Bivalvia

Bivalvia adalah kelas dalam moluska yang mencakup semua kerang-kerangan: memiliki sepasang cangkang (nama "bivalvia" berarti dua cangkang). Nama lainnya adalah Lamellibranchia, Pelecypoda, atau bivalva. Ke dalam kelompok ini termasuk berbagai kerang, kupang, remis, kijing, lokan, simping, tiram, serta kima; meskipun variasi di dalam bivalvia sebenarnya sangat luas.

Kerang-kerangan banyak bermanfaat dalam kehidupan manusia sejak masa purba. Dagingnya dimakan sebagai sumber protein. Cangkangnya dimanfaatkan sebagai perhiasan, bahan kerajinan tangan, bekal kubur, serta alat pembayaran pada masa lampau. Mutiara dihasilkan oleh beberapa jenis tiram. Pemanfaatan modern juga menjadikan kerang-kerangan sebagai biofilter terhadap polutan.

Sisik





Sisik secara umumnya berarti semacam lapisan kulit yang keras dan berhelai-helai, seperti pada ikan, ular atau kaki ayam.[1]

Dalam ilmu botani, sisik digunakan pula untuk menyebut dedaunan kecil yang tidak hijau, seperti yang terdapat pada kuncup atau batang yang termodifikasi.[2]

Dalam ilmu zoologi, sisik (Ingg. scale, Gr. lepid, dan Lat. squama) umumnya merujuk kepada keping-keping kecil yang kaku, yang tumbuh di kulit binatang sebagai pelindung tubuhnya. Misalnya pada ikan, kadal atau ular. Kupu-kupu juga memiliki sisik, yakni keping-keping amat kecil di atas sayapnya, yang mudah rontok dan berfungsi untuk membentuk pola warna di atas sayap tersebut.

Sisik-sisik pada hewan, secara struktur umumnya merupakan bagian dari sistem integumen, yakni penutup luar tubuh binatang.

Ada beberapa macam sisik ikan yang dikenal, yakni:

1. Sisik kosmoid (cosmoid) Sisik kosmoid yang sesungguhnya hanya dijumpai pada ikan-ikan bangsa Crossopterygi yang telah punah. Sisik ini berlapis-lapis, di mana lapisan terdalam terbangun dari tulang yang memipih. Di atasnya berada selapis tulang yang berpembuluh darah, dan di atasnya lagi, selapis bahan serupa email gigi yang disebut kosmin (cosmine). Kemudian di bagian terluar terdapat lapisan keratin. Ikan coelacanth memiliki semacam sisik kosmoid yang telah berkembang, yang kehilangan lapisan kosmin dan lebih tipis dari sisik kosmoid sejati.

2. Sisik ganoid Sisik-sisik ganoid ditemukan pada ikan-ikan suku Lepisosteidae dan Polypteridae. Sisik-sisik ini serupa dengan sisik kosmoid, dengan sebuah lapisan ganoin terletak di antara lapisan kosmin dan enamel. Sisik-sisik ini berbentuk belah ketupat, mengkilap dan keras.

3. Sisik plakoid Sisik-sisik plakoid dimiliki oleh ikan hiu dan ikan-ikan bertulang rawan lainnya. Sisik-sisik ini memiliki struktur serupa gigi.

4. Sisik leptoid Sisik-sisik leptoid didapati pada ikan-ikan bertulang keras, dan memiliki dua bentuk. Yakni sisik sikloid (cycloid) dan ktenoid (ctenoid).

Sisik-sisik sikloid memiliki tepi luar yang halus, dan paling umum ditemukan pada ikan-ikan yang lebih primitif yang memiliki sirip-sirip yang lembut. Misalnya adalah ikan-ikan salem dan karper.

Sisik-sisik ktenoid bergerigi di tepi luarnya, dan biasanya ditemukan pada ikan-ikan yang lebih ‘modern’ yang memiliki sirip-sirip berduri.

Sejalan dengan pertumbuhannya, sisik-sisik sikloid dan ktenoid terus bertambah lingkaran tahunnya. Sisik-sisik ini tersusun di tubuh ikan seperti genting, dengan arah menutup ke belakang. Dengan demikian memungkinkan aliran air yang lebih lancar di sekeliling tubuh dan mengurangi gesekan.


Sisik Reptil
Sebagaimana ikan, tubuh reptil umumnya tertutupi oleh sisik-sisik yang beraneka bentuk, terkecuali anggota suku Amphisbaenidae yang tak bersisik. Sisik-sisik itu dapat berukuran amat halus, seperti halnya sisik-sisik yang menutupi tubuh cecak, atau pun berukuran besar seperti yang dapat kita amati pada tempurung kura-kura. Sisik-sisik itu berupa modifikasi lapisan kulit luar (epidermis) yang mengeras oleh zat tanduk, dan terkadang dilengkapi dengan pelat-pelat tulang di lapisan bawahnya, yang dikenal sebagai osteoderm.

Beberapa bentuk sisik yang umum pada reptil adalah: sikloid (cenderung datar membundar), granular (berbingkul-bingkul), dan berlunas (memiliki gigir memanjang di tengahnya, seperti lunas perahu). Perbedaan bentuk dan komposisi sisik-sisik ini pada berbagai bagian tubuh reptil biasa digunakan untuk mengidentifikasi spesies hewan tersebut

Sisik Serangga
Kupu-kupu dan ngengat tergolong ke dalam bangsa Lepidoptera atau serangga bersayap-sisik (lepid, sisik; pteron, sayap). Seperti namanya, serangga-serangga ini memiliki sayap serupa membran tipis yang tertutupi oleh sisik-sisik yang halus bagaikan serbuk. Tiap sisiknya merupakan rangkaian dari keping-keping materi organik yang amat lembut. Kupu-kupu cenderung memiliki sisik-sisik yang lebar dan memipih, sementara ngengat memiliki sisik-sisik yang menyempit dan menyerupai helai rambut. Sisik-sisik ini kerap mengandung pigmen sehingga berwarna-warni, namun beberapa macamnya berkilau metalik atau berpendar tanpa memiliki pigmen. Sisik yang belakangan ini berpendar karena membiaskan cahaya yang singgah padanya disebabkan oleh tipisnya keping sisik, serupa dengan pembiasan cahaya yang terjadi pada lapisan tipis gelembung sabun. Warna yang paling sering dihasilkan oleh pembiasan sisik serangga ini adalah biru.

Zooplankton

Zooplankton adalah kategorisasi untuk organisme kecil yang termasuk protozoa kecil dan metazoa besar. Kepentingan ekologi dari zooplankton termasuk foraminifera, radiolaria dan dinoflagellate. Zooplankton metazoa penting termasuk cnidaria seperti ubur-ubur, crustacea seperti copepoda dan krill, moluska seperti pteropoda dan chordate.

Benthos

Benthos merupakan sebuah organisme yang tinggal di dalam, atau di dasar laut, dikenal sebagai zona bentik. Mereka tinggal di dekat laut atau endapan lingkungan, dari pasang surut di sepanjang tepi kolam, dan kemudian ke bawah abisal pada kedalaman.

Karena cahaya tidak menembus ke dalam laut, sumber energi yang mendalam untuk ekosistem bentik memiliki organik yang lebih tinggi dari pada air bawah kolom yang masuk ke kedalaman.

Friday, 26 June 2009

Gunung Merapi



Meskipun memang agak susah untuk mendefinisikan apa itu gunung berapi atau gunung api, namun secara umum istilah tersebut dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat dia meletus.

Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Purwodadi, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar menyebut fenomena di Kuwu tersebut dengan istilah Bledug Kuwu

Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.

Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin bertukar menjadi separuh aktif, menjadi padam, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu menjadi padam dalam waktu 610 tahun sebelum bertukar menjadi aktif semula. Oleh itu, sukar untuk menentukan keadaan sebenarnya sesuatu gunung berapi itu, apakah sesebuah gunung berapi itu berada dalam keadaan padam atau telah mati.

Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kemusnahan oleh gunung berapi disebabkan melalui pelbagai cara seperti berikut:

1. Aliran lava.
2. Letusan gunung berapi.
3. Aliran lumpur.
4. Abu.
5. Kebakaran hutan.
6. Gas beracun.
7. Gelombang tsunami.
8. Gempa bumi.


Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia
Status Makna Tindakan
AWAS

* Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
* Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
* Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam



* Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan
* Koordinasi dilakukan secara harian
* Piket penuh

SIAGA

* Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
* Peningkatan intensif kegiatan seismik
* Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
* Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu



* Sosialisasi di wilayah terancam
* Penyiapan sarana darurat
* Koordinasi harian
* Piket penuh

WASPADA

* Ada aktivitas apa pun bentuknya
* Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
* Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
* Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal



* Penyuluhan/sosialisasi
* Penilaian bahaya
* Pengecekan sarana
* Pelaksanaan piket terbatas

NORMAL

* Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
* Level aktivitas dasar



* Pengamatan rutin
* Survei dan penyelidikan


Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya
* 2 Klasifikasi gunung berapi di Indonesia
* 3 Lihat pula
* 4 Pranala luar

[sunting] Jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya

Stratovolcano
Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), terkadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini.
Perisai
Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai.
Cinder Cone
Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.
Kaldera
Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Gunung Bromo merupakan jenis ini.

[sunting] Klasifikasi gunung berapi di Indonesia

Tipe A
Gunung berapi yang pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.
Tipe B
Gunung berapi yang sesudah tahun 1600 belum lagi mengadakan erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan solfatara.
Tipe C
Gunung berapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah.

Laut


Laut adalah kumpulan air asin yang luas dan berhubungan dengan samudra.

Air di laut merupakan campuran dari 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya seperti garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96,5% air murni.

[sunting] Sejarah

Laut, menurut sejarahnya, terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100°C) karena panasnya Bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer Bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan yang terjadi yang menghasilkan garam-garaman yang menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini. Pada saat itu, gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam Bumi. Pasang surut laut yang terjadi pada saat itu juga bertipe mamut atau tinggi/besar sekali tingginya karena jarak Bulan yang begitu dekat dengan Bumi.

[sunting] Awal mula

Menurut para ahli, awal mula laut terdiri dari berbagai versi; salah satu versi yang cukup terkenal adalah bahwa pada saat itu Bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, disamping itu atmosfer bumi pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar Matahari untuk masuk ke Bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di Bumi hingga terbentuklah lautan.

Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar Matahari dapat kembali masuk menyinari Bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di Bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di Bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut semakin asin.

Pada 3,8 milyar tahun yang lalu, planet Bumi mulai terlihat biru karena laut yang sudah terbentuk tersebut. Suhu bumi semakin dingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada saat itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi.

Kehidupan di Bumi, menurut para ahli, berawal dari lautan (life begin in the ocean). Namun demikian teori ini masih merupakan perdebatan hingga saat ini.

Pada hasil penemuan geologis di tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 milyar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut. Hal ini mungkin menjawab pertanyaan tentang saat-saat awal kehidupan dan di bagian lautan yang mana terjadi awal kehidupan tersebut. Sedangkan kelautan itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari berbagai biota atau makhluk hidup di laut yang perlu dimanfaatkan melalui usaha perikanan.

Pantai


Pantai adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terdapat di daerah pesisir laut.

Daerah pantai menjadi batas antara daratan dan perairan laut. Panjang garis pantai ini diukur mengeliling seluruh pantai yang merupakan daerah teritorial suatu negara.

Indonesia merupakan negara berpantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Panjang garis pantai Indonesia tercatat sebesar 81.000 km.

Sedimentasi

Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah pengendapan dari material-material yang diangkut oleh angin.

Batuan sedimen


Batuan endapan atau batuan sedimen adalah salah satu dari tiga kelompok utama batuan (bersama dengan batuan beku dan batuan metamorfosis) yang terbentuk melalui tiga cara utama: pelapukan batuan lain (clastic); pengendapan (deposition) karena aktivitas biogenik; dan pengendapan (precipitation) dari larutan. Jenis batuan umum seperti batu kapur, batu pasir, dan lempung, termasuk dalam batuan endapan. Batuan endapan meliputi 75% dari permukaan bumi.

Penamaan batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan tersebut Penamaan tersebut adalah: breksi, konglomerat, batupasir, batu lempung

* Breksi adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butitan yang bersudut
* Konglomerat adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang membudar
* Batu pasir adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm
* Batu lanau adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai 1/256 mm
* Batu lempung adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 mm

Eropa Timur

Eropa Timur secara geografis adalah wilayah di bagian timur benua Eropa. Pada umumnya kawasan ini terletak di antara pegunungan Ural dan Kaukasus serta perbatasan Rusia barat, atau secara alternatif juga mencakup negara-negara yang berdekatan dengan perbatasan Rusia barat. Seperti halnya dengan benua, sebuah wilayah hanyalah konstruksi sosial sehingga jangan disamakan dengan aspek fisikal yang berdasarkan kriteria abstrak dan netral.

Frase ini digunakan di negara-negara Barat untuk mengelompokkan seluruh negara Eropa yang tadinya merupakan rezim komunis yang dijuluki Blok Timur. Konsep Eropa Timur diperkuat dengan dominasi ideologi Komunisme dan terutama Uni Soviet setelah Perang Dunia II. Ide sebuah "Tirai Besi" yang memisahkan Eropa Barat dan Timur merupakan pandangan umum selama Perang Dingin berlangsung. Pandangan ketat ini memunculkan berbagai masalah karena ia gagal untuk mencakupi kompleksnya wilayah ini. Contohnya, negara komunis seperti Yugoslavia dan Albania menolak dikuasai oleh Moskwa, tetapi kekecualian ini diacuhkan oleh banyak kalangan barat.

Lebih lanjut lagi, pandangan bahwa Eropa hanya dibagi menjadi Barat dan Timur diyakini pejoratif oleh penduduk negara bagian timur Eropa, terutama sejak runtuhnya Tembok Berlin dan Komunisme di seluruh Eropa. Penduduk negara bagian timur Eropa tidak mengategorikan mereka sendiri sebagai "Penduduk Eropa Timur" tetapi lebih suka mengategorikannya di grup-grup lain, mengasosiasikannya dengan Eropa Tengah, dengan Skandinavia (di Eropa Timur) atau dengan Eropa Selatan. Perlu dicatat bahwa negara bagian timur yang tidak pernah menganut ideologi komunis, seperti Finlandia di utara dan Yunani di selatan, tidak pernah dikategorikan sebagai bagian dari Eropa Timur, sedangkan beberapa begara yang berada jauh di barat namun dalam pengaruh komunis masuk bagian Eropa Timur.

Asal mula frase "Eropa Timur" baru muncul belakangan ini. Selama bertahun-tahun Eropa terbagi menjadi poros Utara-Selatan, dengan negara-negara bagian selatan Mediterania mempunyai banyak kesamaan, dan sebelah utara Samudra Atlantik dan Laut Baltik juga mempunyai persamaan. Frase "Eropa Timur" pertama kali muncul pada abad ke-18 dan ke-19, dan digunakan untuk menggolongkan area yang lebih terbelakang ekonominya dari seluruh Eropa. Kawasan ini dilihat sebagai daerah di bawah kekuasaan pemerintahan otokratik. Definisi ini sangat buram, dan banyak negara yang tidak masuk kriteria pandangan stereotipical ini.

Eropa Timur mempunyai hubungan dengan timur dan barat. Ketika seluruh negara dipengaruhi kuat oleh agama Katolik atau Protestan dan mempunyai hubungan sejarah dan budaya erat dengan Jerman, Italia, Perancis atau Skandinavia (misalnya Liga Hanseatik di Baltik), banyak negara yang berhubungan dengan blok Timur. Rusia dikuasai oleh bangsa Mongol selama berabad-abad sehingga konvensi politik dan sosial Rusia mirip seperti mereka. Lebih jauh di bagian selatan terdapat Kerajaan Ottoman dan Islam berpengaruh kuat. Negara-negara Balkan serta Hongaria dan Rumania dahulunya pernah dikuasai oleh bangsa Turk.

Negara-negara yang digolongkan sebagai Eropa Timur semuanya bekas pecahan Uni Soviet:

* Albania
* Bosnia-Herzegovina
* Bulgaria
* Kroasia
* Macedonia
* Rumania
* Serbia dan Montenegro
* Hongaria
* Ceko
* Yugoslavia
* Polandia

Eropa Tenggara/Semenanjung Balkan

Definisi ini diluaskan untuk mencakup negara-negara bekas aliran komunis berikut:

* Albania
* Bosnia-Herzegovina
* Bulgaria
* Kroasia
* Macedonia
* Rumania
* Serbia dan Montenegro

Selain itu terdapat pula Yunani dan bagian Eropa Turki namun mereka bukan berpaham komunis.

[sunting] Eropa Tengah

Negara-negara Eropa Tengah bekas paham komunis kadang-kadang mencakup:

* Ceko - bekas bagian Cekoslowakia
* Hongaria
* Polandia
* Slowakia - bekas bagian Cekoslowakia
* Slovenia - bekas bagian Yugoslavia

Sebelum Reunifikasi Jerman, Jerman Timur sering digolongkan sebagai salah satu negara Eropa Timur.

Perbudakan

Perbudakan adalah sebuah kondisi di mana terjadi pengontrolan terhadap seseorang (disebut budak) oleh orang lain. Perbudakan biasanya terjadi untuk memenuhi keperluan akan buruh atau kegiatan seksual.

Para budak adalah golongan manusia yang dimiliki oleh seorang tuan, bekerja tanpa gaji dan tiada punya hak asasi manusia. "Slave" berasal dari perkataan slav, yang merujuk kepada bangsa Slavia yang tiada berharta dari Eropa Timur, termasuk Kekaisaran Romawi. Namun sistem perbudakan ini telah ada sejak berabad lamanya. Misalnya piramida di Mesir, telah dibangun oleh golongan ini. Selain itu, bukan semua budak tiada hak. Misalnya waktu zaman pemerintahan Islam, kebanyakan budak telah diberi layanan yang sama rata oleh tuannya. Malah salah satu orang pertama yang memeluk Islam (as-Sabiqun al-Awwalun) ialah Bilal bin Rabah yang merupakan seorang budak

2012

Beberapa kelompok dari seluruh dunia sedang berkumpul dan mulai menghitung mundur tanggal misterus yang telah dinanti2 ratusan tahun: 21 Desember 2012

Berbagai kelompok dari Amerika, Kanada dan Eropa, para pengikut sekte apokaliptis (kiamat) dan beberapa individu mengatakan bahwa hari tersebut adalah hari terakhir dunia ini.

Mereka yang percaya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012, mendasarkan kepercayaan mereka pada kalender yang dibuat oleh suku Maya, yang ditemukan di reruntuhan di Mexico. Kebudayaan kuno ini dikenal atas kemampuannya di ilmu matematika dan astronomi.

Masyarakat Maya Kuno, yang dikenal maju ilmu matematika dan astronominya, mengikuti "perhitungan panjang" kalender yang mencapai 5,126 tahun. Ketika peta astronomi mereka dipindahkan ke kalender Gregorian, yang digunakan secara standar sekarang, waktu perhitungan bangsa Maya berhenti pada 21 Desember 2012.



Mereka yang percaya juga mengatakan adanya hubungan lain selain antara kalender maya dan kehancuran yang akan datang. Matahari akan terhubung lurus dengan pusat Tata Surya pertama kalinya semenjak 26000 tahun yang lalu, yang menandai puncak musim dingin. Beberapa orang mengatakan hal ini akan mempengaruhi aliran energi ke bumi, atau karena adanya sunspot dan sunflare yang jumlahnya membengkak, menyebabkan adanya efek terhadap medan magnet bumi

Para ahli berusaha meredam skenario kiamat ini sebagai salah satu ramalan bohongan lagi, tapi sangat jelasm bahwa banyak sekali orang yang meramalkan adanya kemungkinan bencana besar pada tanggal tersebut.

"Anda harus mengerti, tidak akan ada sama sekali sisa," kata Patrick Geryl kepada ABC News. "Kita harus akan memulai kembali semua kebudayaan dan kehidupan dari awal lagi." Geryl, pekerja laboratorium berusia 53 tahun yang hidup di Belgia, keluar dari pekerjaannya dua tahun lalu setelah ia menabung sejumlah uang yang cukup digunakan sampai tahun 2012. Ia sekarang sedang mengumpulkan persediaan yang jika di daftar, mencapai 11 halaman lebih.

Geryl bukanlah satu2nya orang yang berpikir demikian, jika anda goggling "2012 the end of the world" akan ada sekitar 700.000 hit untuk anda klik. Lebih dari 6500 video telah diposting di YouTube. Ribuan buku jg menulis mengenai hal itu, mengikuti sukses buku Daniel Pinchbeck: "2012: The Return of Quetzalcoatl," yang terjual ribuan kopi tiap bulannya semenjak dirilis bulan Mei lalu.

Tapi apa sih bencana besar di tanggal 21 Desember 2012 itu? ada yang mengatakan pembalikan titik magnet bumi, utara menjadi selatan, kemudian matahari terbit dari barat, yang memicu bencana alam diseluruh dunia. Ada juga yang mengatakan bahwa tanggal tersebut adalah tanggal kebangkitan spiritual seluruh dunia.

Para ahli menertawakan hal ini. "Ramalan2 itu benar2 nggak ada dasarnya sama sekali, apalagi di kebudayaan Maya yang kita kenal," kata Stephen Houston, profesor antropologi di Brown University, yang adalah juga ahli tulisan hieroglif Maya. "Penggambaran bangsa maya tidak pernah menyebut2 hal ini." katanya. Bangsa maya melihat bahwa tanggal tersebut adalah tanggal kalender mereka, tapi kemudian mengulang kalender mereka kembali tanpa adanya bencana sama sekali.

"Emang seperti itu, hal itu cuman ungkapan kegelisahan manusia di jaman kita, dan menemukan adanya preseden kuno mengenai hal itu, mereka langsung menghubung2kannya." katanya. "Orang lebih cenderung percaya dengan kebijaksanaan kuno yang meramalkan kejadian di masa ini."

Hidrokarbon

Hidrokarbon
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.
Dalam kimia, hidrokarbon merupakan sebatian kimia yang mengandungi hanya karbon (C) dan hidrogen (H). Ia semua mengandungi rangka tunjang dari karbon dan atom hidrogen lekat pada rangka tunjang tersebut. (Seringkali istilah ini digunakan sebagai ringkasan istilah alifatik hidrokarbon.)

Sebagai contoh, metana (gas paya) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4. Etana adalah hidrokarbon (lebih khusus lagi, alkana) mengandungi dua atam karbon diikat dengan satu ikatan tunggal, setiap atom karbon terikat pada tiga atom hidrogen: C2H6. Propana mempunyai tiga atom karbon 'C' (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2).

Hidrokarbon boleh dikelaskan kepada beberapa bahagian:
1- Hidrokarbon alifatik
2- Hidrokarbon alisiklik
3- Hidrokarbon aromatic

Hidrokarbon Alifatik

Hidrokarbon alifatik terdiri daripada rantaian atom karbon tanpa struktur siklik. Ia sering disebut sebagai hidrokarbon rantai terbuka atau hidrokarbon asiklik. Contoh: Alkana (propana, butana)

Hidrokarbon Alisiklik

Hidrokarbon alisiklik atau hidrokarbon siklik terdiri daripada rantaian atom karbon dalam susunan gelang (siklik). Contoh: Sikloaklana (siklopropana, siklobutana)

Hidrokarbon Aromatik

Hidrokarbon aromatik merupakan kumpulan khusus sebatian siklik. Ia biasanya mempunyai gelang berahli enam yang dilukis dengan ikatan tunggal dan ikatan ganda dua yang berselang-seli. Contoh: Benzena, naftalena


Terdapat tiga jenis asas hidrokarbon:

hidrokarbon harum, yang mengandungi sekurang-kurangnya satu cecincin harum (aromatic ring) sebagai tambahan kepada apa jua ikatan yang ia ada
hidrokarbon tepu (saturated hydrocarbon), juga dikenali sebagai alkana, yang tidak mempunyai ikatan dwi, tiga atau harum.
hidrokarbon tidak tepu (unsaturated hydrocarbon), yang mengandungi satu atau lebih ikatan dwi atau tiga antara atom karbon, yang dibahagi pula pada:
· alkena

· alkuna

· diena

Jumlah atom hidrogen dalam hidrokarbon boleh ditentukan, jika jumlah karbon diketahui, dengan menggunakan persamaan berikut:

Alkana: CnH2n+2
Alkena: CnH2n (dengan anggapan hanya satu dwi ikatan)
Alkuna: CnH2n-2 (dengan anggapan hanya satu tiga ikatan)
Hidrokarbon cecair yang dikeluarkan dari bawah tanah dirujuk sebagai petrolium (harafiahnya "batu minyak") atau minyak mineral, sementara hidrokarbon bergas dalam tanah dikenali sebagai gas asli. Kesemuanya merupakan sumber penting bahan api dan bahan mentah sebagai stok bekalan untuk penghasilan kimia organik dan biasa terdapat di sub-permukaan menggunakan peralatan geogologi petrolium.

Hidrokarbon merupakan sumber ekonomi penting kerana ia menrangkumi keseluruhan sumber bahanapi fossil (arang batu,petrolium

, gas asli, dll.) dan bahan api bio, termasuk juga plastik, lilin, pelarut dan minyak. Dalam pencemaran bandar, komponen ini--bersama dengan NOx dan cahaya matahari--kesemuanya menyumbang kepada pembentukan ozon tropospherik.
sumber

Gas, batu arang,



Kegunaan

Minyak dan gas bumi (gas alam)

Industri petrokimia

Polusi udara akibat bahan pembakaran fosil







































Daftar pustaka

www.google.com

www.nuklir.co.nr

Perdagangan manusia

Perdagangan manusia adalah segala transaksi jual beli terhadap manusia.

Menurut Protokol Palermo pada ayat tiga definisi aktivitas transaksi meliputi:

* perekrutan
* pengiriman
* pemindah-tanganan
* penampungan atau penerimaan orang

Yang dilakukan dengan ancaman, atau penggunaan kekuatan atau bentuk-bentuk pemaksaan lainya, seperti:

* penculikan
* muslihat atau tipu daya
* penyalahgunaan kekuasaan
* penyalahgunaan posisi rawan
* menggunakan pemberian atau penerimaan pembayaran (keuntungan) sehingga diperoleh persetujuan secara sadar (consent) dari orang yang memegang kontrol atas orang lainnya untuk tujuan eksploitasi.

Eksploitasi meliputi setidak-tidaknya; pelacuran (eksploitasi prostitusi) orang lain atau lainnya seperti kerja atau layanan paksa, pebudakan atau praktek-praktek serupa perbudakan, perhambaan atau pengambilan organ tubuh.

Dalam hal anak perdagangan anak yang dimaksud adalah setiap orang yang umurnya kurang dari 18 tahun.

Thursday, 9 April 2009

Botani

Botani ialah kajian saintifik untuk hidupan tumbuhan. Sebagai satu cabang biologi, botani kadang kala dirujuk sebagai sains tumbuhan atau biologi tumbuhan. Botani merangkumi berbagai-bagai disiplin saintifik yang mengkaji struktur, pertumbuhan, pembiakan, metabolisme, perkembangan, penyakit, ekologi, dan evolusi tumbuhan.


Ruang lingkup dan kepentingan botani

Sebagaimana dengan bentuk-bentuk hidup yang lain dalam bidang biologi, kehidupan tumbuh-tumbuhan boleh dikaji dari berbagai-bagai sudut pandangan, dari peringkat biologi molekul, genetik, dan biokimia sehingga organel, sel, tisu, organ, individu, populasi tumbuhan, dan kepelbagaian biologi tumbuhan. Pada setiap peringkat itu, seseorang ahli botani mungkin akan melibatkan diri dalam pengelasan (taksonomi), struktur (anatomi), atau fungsi (fisiologi) kehidupan tumbuhan.

Secara sejarah, botani merangkumi semua organisma yang tidak dianggap sebagai haiwan. Sebilangan daripada organisma yang "macam tumbuhan" termasuk:

* kulat (dikaji dalam bidang mikologi);
* bakteria dan virus (dikaji dalam bidang mikrobiologi); dan
* alga (dikaji dalam bidang fikologi).

Kebanyakan alga, kulat, dan mikrob tidak lagi dianggap sebagai sebahagian alam tumbuhan. Bagaimanapun, perhatian masih diberikan kepada organisma-organisma itu oleh ahli-ahil botani, dan bakteria, kulat, dan alga biasanya dicakupi dalam kursus-kursus botani pengenalan.

Mengapakah kita harus belajar tentang tumbuh-tumbuhan? Tumbuh-tumbuhan merupakan sebahagian asas kehidupan dalam bumi ini. Tumbuh-tumbuhan menghasilkan oksigen, makanan, gentian, bahan api, dan ubat yang membenarkan bentuk-bentuk hidup yang lebih tinggi untuk wujud. Tumbuhan-tumbuhan juga menyerap karbon dioksida, sejenis gas rumah tanaman, melalui proses fotosintesis. Pemahaman yang baik terhadap tumbuh-tumbuhan adalah penting untuk masa hadapan manusia kerana tumbuh-tumbuhan membenarkan kita:

* memberi makan kepada dunia;
* memahami proses hidup asas;
* menggunakan tumbuhan untuk ubat dan bahan; dan
* memahami perubahan alam sekitar.

[sunting] Memberi makan kepada dunia
Gregor Mendel mengasaskan genetik daripada kajian tumbuhannya.

Hampir kesemua makanan kita datang secara langsung daripada ruji-ruji serta buah-buahan dan sayur-sayuran yang lain, atau secara tidak langsung melalui ternakan yang bergantung kepada tumbuhan-tumbuhan untuk makanan. Dengan kata yang lain, tumbuh-tumbuhan terletak pada asas hampir semua rantai makanan yang digelarkan oleh ahli ekologi sebagai paras trofik pertama. Memahami bagaimana tumbuhan-tumbuhan menghasilkan makanan kita adalah amat penting untuk memberi makan kepada dunia serta untuk memberikan keselamatan makanan untuk generasi-generasi yang akan datang, umpamanya melalui pembiakbakaan tumbuhan.

Bukan semua tumbuhan adalah berfaedah kepada manusia. Sebilangan rumpai menimbulkan masalah yang besar dalam pertanian, dan botani membekalkan sebahagian pengetahuan sains asas untuk memahami bagaimana untuk mengurangkan kesannya. Bagaimanapun, rumpai yang lain merupakan tumbuhan perintis yang memulihkan alam sekitar yang disalahgunakan. Oleh itu, istilah "rumpai" merupakan suatu konsep yang relatif, dan takrif yang lebih umum untuk "rumpai" ialah sesuatu tumbuhan yang tidak begitu berjaya. Etnobotani ialah kajian tersebut serta hubungan-hubungan yang lain antara tumbuh-tumbuhan dengan manusia.

[sunting] Memahami proses hidup asas

Tumbuh-tumbuhan merupakan organisma yang sesuai untuk mengkaji proses hidup yang asas, seperti pembahagian sel dan sintesis protein, tanpa menimbulkan dilema etika yang dihadapi dalam kajian haiwan atau manusia.

Hukum-hukum genetik pewarisan telah ditemui dengan cara ini oleh Gregor Mendel ketika beliau sedang mengkaji cara bagaimana bentuk kacang pea diwariskan. Apa yang Mendel belajar daripada kajian tumbuhannya telah memberikan manfaat yang besar kepada bidang-bidang di luar bidang botani. Selain itu, Barbara McClintock telah menemui 'gen melompat' melalui kajian jagung. Ini merupakan salah beberapa contoh untuk menunjukkan bagaimana penyelidikan botani mempunyai hubungan yang berterusan terhadap pemahaman proses-proses biologi asas.

[sunting] Menggunakan tumbuhan untuk ubat dan bahan

Banyak daripada drug perubatan dan drug rekreasi, seperti kanabis, kafeina, dan nikotina datang secara langsung daripada alam tumbuhan. Aspirin yang asalnya datang daripada kulit pokok willow hanya merupakan salah satu daripada contoh-contohnya. Mungkin terdapat banyak lagi ubat baru yang boleh dibekalkan oleh tumbuhan yang masih belum ditemui. Peransang yang popular seperti kopi, coklat, tembakau, dan teh juga datang daripada tumbuh-tumbuhan. Kebanyakan minuman beralkohol datang daripada penapaian tumbuhan seperti malt barli dan anggur.

Tumbuh-tumbuhan juga membekalkan kita dengan banyak bahan-bahan semula jadi, seperti kapas, kayu, kertas, kain linen, minyak sayuran, getah, dan sebilangan jenis tali. Pengeluaran sutera tidak akan mungkin jika tiadanya pokok mulberi. Pokok tebu dan tumbuhan-tumbuhan yang lain baru-baru ini telah dipergunakan sebagai sumber biobahan api yang merupakan pilihan alternatif yang penting untuk bahan api fosil.

[sunting] Memahami perubahan alam sekitar

Tumbuh-tumbuhan juga boleh membantu kita memahami pertukaran dalam alam sekitar dengan berbagai-bagai cara:

* Pemahaman pemusnahan habitat dan pemupusan spesies bergantung kepada katalog yang tepat dan lengkap untuk sistematik dan taksonomi tumbuhan.
* Respon tumbuhan terhadap sinaran ultraungu boleh membantu dalam pengawasan masalah seperti kesusutan ozon.
* Penganalisisan debunga yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan pada beribu-ribu atau berjuta-juta tahun dahulu juga boleh membantu ahli sains dalam pembinaan semula iklim-iklim dahulu dan peramalan iklim masa hadapan. Ini merupakan sebahagian yang penting dalam penyelidikan perubahan iklim.
* Pencatatan dan analisis pemasaan kitaran hidup tumbuhan merupakan sebahagian fenologi yang mustahak dalam penyelidikan perubahan iklim.
* Liken yang peka terhadap keadaan-keadaan atmosfera telah digunakan secara meluas sebagai penunjuk pencemaran.

Dalam banyak cara yang berlainan, tumbuhan-tumbuhan boleh bertindak dengan sedikit sama dengan burung kenari sebagai sistem amaran awal untuk menyedarkan kita terhadap perubahan yang penting dalam alam sekitar kita. Selain daripada alasan-alasan praktik dan saintifik itu, tumbuh-tumbuhan jugat amat bernilai sebagai rekreasi harian untuk berjuta-juta orang yang gemar akan berkebun, hortikultur dan masak-memasak.

[sunting] Sejarah

[sunting] Botani awal (sebelum 1945)
Alat-alat tradisi untuk ahli botani.

Antara karya-karya terawal, terdapat dua karangan panjang yang ditulis di sekitar 300 SM oleh Theophrastus: Tentang Sejarah Tumbuhan (Historia Plantarum) serta Tentang Sebab-sebab Tumbuhan. Bersama-sama, kedua-dua buku itu merupakan sumbangan sains botani yang terpenting sejak purbakala sehingga Zaman Pertengahan.

Dioscorides, seorang penulis perubatan Rom memberikan bukti-bukti yang penting mengenai pengetahuan Yunani dan Rom tentang tumbuhan perubatan. Dengan menggunakan mikroskop awal, Robert Hooke menemui sel dalam gabus pada tahun 1665, dan tidak lama kemudian, dalam tisu tumbuhan hidup. Leonhart Fuchs dari Jerman, Conrad von Gesner dari Switzerland, serta Nicholas Culpeper dan John Gerard dari United Kingdom menerbitkan karya-karya mengenai tumbuhan herba yang memberikan maklumat tentang kegunaan perubatan tumbuhan.

[sunting] Botani moden (sejak 1945)

Banyak pengetahuan baru pada hari ini dijanakan daripada kajian tumbuhan model seperti Arabidopsis thaliana. Rumpai mustard ini merupakan salah satu daripada tumbuhan pertama untuk penjujukan genomnya. Penjujukan genom padi bersama-sama dengan sebuah komuniti penyelidikan antarabangsa yang besar telah menyebabkan padi sebagai model de facto untuk bijiran, rumput, dan monokot. Brachypodium distachyon, sejenis spesies rumput yang lain, juga muncul sebagai model uji kajian untuk memahami biologi genetik, sel, dan molekul rumput-rumput iklim sederhana. Genom untuk ruji-ruji yang penting dari segi perdagangan termasuk gandum, jagung, barli, rai, sekoi, dan kacang soya kini juga dijujukkan. Penjujukan sebilangan daripada tumbuh-tumbuhan ini amat mencabar disebabkan tumbuhan-tumbuhan itu bersifat poliploid, iaitu gen-gennya mempunyai dua atau lebih set haploid kromosom. Bagaimanapun, sifat polipliod adalah biasa dalam alam tumbuhan. "Yis hijau" (Chlamydomonas reinhardtii, sejenis alga hijau yang mempunyai sel tunggal) merupakan lagi satu organisma model tumbuhan yang telah dikaji dengan meluas dan memberikan wawasan yang penting untuk biologi sel.

[sunting] Lihat juga
Classis cruciformium... Crantz, 1769

* Bunga boleh makan
* Bunga dan Senarai bunga
* Dendrokronologi
* Etnobotani
* Herba
* Hortikultur
* Keseksualan tumbuhan
* Komuniti tumbuhan
* Pamela Isley
* Perhutanan
* Pertanian
* Pokok
* Sains tanah
* Sayur-sayuran dan Senarai sayur-sayuran
* Sejarah sistematik tumbuhan
* Senarai ahli botani mengikut penyingkatan nama pengarang
* Senarai ahli botani
* Senarai jurnal botani
* Senarai terbitan biologi
* Senarai tumbuhan tanaman
* Taman botani dan Senarai taman botani
* Tumbuhan-tumbuhan

[sunting] Rujukan

* Survei Geologi Amerika Syarikat. Infrastruktur Maklumat Biologi Nasional: Botani

[sunting] Bacaan tambahan

[sunting] Buku sains popular untuk Botani

* Bellamy, D Bellamy on Botany, ISBN 0563106662 — Pengenalan ringkas mengenai berbagai-bagai tajuk botani
* Capon, B: Botany for Gardeners ISBN 0881926558
* Cohen, J. How many people can the earth support? W.W. Norton 1995 ISBN 0393314952
* Halle, Francis. In praise of plants ISBN 0881925500 — Terjemahan bahasa Inggeris untuk sokongan terhadap tumbuhan-tumbuhan dalam bentuk puisi.
* King, J. Reaching for the sun: How plants work ISBN 0521587387 — Pengenalan tentang selok-belok tumbuhan-tumbuhan.
* Pakenham, T: Remarkable Trees of the World (2002) ISBN 0297843001
* Pakenham, T: Meetings with Remarkable Trees (1996) ISBN 0297832557
* Pollan, M The Botany of Desire: A Plant's-eye View of the World Bloomsbury ISBN 0747563004 — Pemerihalan koevolusi tumbuhan dan manusia
* Thomas, B.A.: The evolution of plants and flowers St Martin's Press 1981 ISBN 0312272715
* Walker, D. Energy, Plants and Man ISBN 1870232054 — Penyampaian konsep asas tentang fotosintesis.

[sunting] Buku Akademik dan Saintifik mengenai Botani

* Buchanan, B.B., Gruissem, W & Jones, R.L. (2000) Biochemistry & molecular biology of plants. American Society of Plant Physiologists ISBN 0943088399
* Crawford, R. M. M. (1989). Studies in plant survival. Blackwell. ISBN 063201475X
* Crawley, M. J. (1997). Plant ecology. Blackwell Scientific. ISBN 0632036397
* Ennos, R and Sheffield, E Plant life, Blackwell Science, ISBN 0865427372 — Pengenalan kepelbagaian biologi tumbuhan
* Fitter, A & Hay, R Environmental physiology of plants, edisi ke-3 Sept 2001 Harcourt Publishers, Academic Press ISBN 0122577663
* Lawlor, D.W. (2000) Photosynthesis BIOS ISBN 1859961576
* Matthews, R. E. F. Fundamentals of plant virology. Academic Press,1992.
* Mauseth, J.D.: Botany : an introduction to plant biology. Jones and Bartlett Publishers, ISBN 0763721344 — Buku teks pada peringkat universiti tahun pertama
* Raven, P.H, Evert R.H and Eichhorn, S.E: Biology of Plants, Freeman. ISBN 1572590416 — Buku teks untuk universiti tahun pertama
* Richards, P. W. (1996). The tropical rainforest, edisi ke-2 C.U.P. (Pbk) ISBN 0521421942 £32.50
* Ridge, I. (2002) Plants Oxford University Press ISBN 0199255482
* Salisbury, FB and Ross, CW: Plant physiology Wadsworth publishing company ISBN 0534151620
* Stace, C. A. A new flora of the British Isles, edisi ke-2. C.U.P.,1997. ISBN 0521589355
* Strange, R. L. Introduction to plant pathology. Wiley-VCH, 2003. ISBN 0470849738
* Taiz, L. & Zeiger, E. (1998). Plant physiology, edisi ke-3, Ogos 2002 Sinauer Associates. ISBN 0878938230
* Walter, H. (1985). Vegetation of the earth, edisi semakan ke-3. Springer.
* Willis, K (2002) The evolution of plants Oxford University Press ISBN 0198500653 £22-99

[sunting] Pautan luar

Templat:Book

* pertumbuhan tumbuhan dan sel tumbuhan daripada Halaman Biologi Kimball
* Tajuk Berita Biologi,
* Persatuan Botani Amerika: Apakah itu Botani?
* Sains dan Tumbuhan untuk Sekolah
* Dokumen Pengajaran tentang Botani Dokumen pengajaran, nota syarahan, dan tutorial dalam talian: sebuah direktori dengan pautan beranotasi.
* Persatuan Biologi Tumbuhan Amerika (APSB)
* Mengapa hendak belajar Tumbuhan? Pusat Pengajian Sains Tumbuhan, Universiti Cambridge
* Foto Botani Pilihan Harian
* David Attenborough - Kehidupan Peribadi Tumbuhan

[sunting] Flora dan katalog atau pangkalan data tumbuhan

* Perpustakaan Maya Botani
* Senarai Spesies Tumbuhan semula jadi yang utama di UK, sebagaimana yang diperihalkan dalam Pengelasan Tumbuh-tumbuhan Negara
* Gambar bermutu tinggi dan maklumat mengenainya daripada Universiti Katolik Leuven
* Majalah Botani Curtis, 1790-1856
* Pokok-pokok Great Britain dan Ireland oleh Henry John Elwes & Augustine Henry, 1906-1913
* Botanik-Datenbank (ger.)

sedimen

Dalam kehidupan sehari-hari kata sedimen banyak sekali pengertiannya disini diterangkan tentang beberapa pengertian sedimen dan sedimentasi. Dalam kaitannya dengan sedimen dan sedimentasi bebrapa ahli mendefinisikan sedimen dalam beberapa pengertian. Pipkin (1977) menyatakan bahwa sedimen adalah pecahan, mineral, atau material organik yang ditransforkan dari berbagai sumber dan diendapkan oleh media udara, angin, es, atau oleh airdan juga termasuk didalamnya material yang diendapakan dari material yang melayang dalam air atau dalam bentuk larutan kimia. Sedangkan Gross (1990) mendefinisikan sedimen laut sebagai akumulasi dari mineral-mineral dan pecahan-pecahan batuan yang bercampur dengan hancuran cangkang dan tulang dari organisme laut serta beberapa partikel lain yang terbentuk lewat proses kimia yang terjadi di laut.
Pettijohn (1975) mendefinisikan sedimentasi sebgai proses pembentukan sedimen atau batuan sedimen yang diakibatkan oleh pengendapan dari material pembentuk atau asalnya pada suatu tempat yang disebut dengan lingkungan pengendapan berupa sungai, muara, danau, delta, estuaria, laut dangkal sampai laut dalam. Sedimen yang di jumpai di dasar lautan dapat berasal dari beberapa sumber yang menurut Reinick (Dalam Kennet, 1992) dibedakan menjadi empat yaitu :
1. Lithougenus sedimen yaitu sedimen yang berasal dari erosi pantai dan material hasil erosi daerah up land. Material ini dapat sampai ke dasar laut melalui proses mekanik, yaitu tertransport oleh arus sungai dan atau arus laut dan akan terendapkan jika energi tertrransforkan telah melemah.
2. Biogeneuos sedimen yaitu sedimen yang bersumber dari sisa-sisa organisme yang hidup seperti cangkang dan rangka biota laut serta bahan-bahan organik yang mengalami dekomposisi.
3. Hidreogenous sedimen yaitu sedimen yang terbentuk karena adanya reaksi kimia di dalam air laut dan membentuk partikel yang tidak larut dalam air laut sehingga akan tenggelam ke dasar laut, sebagai contoh dan sedimen jenis ini adalah magnetit, phosphorit dan glaukonit.
4. Cosmogerous sedimen yaitu sedimen yang bersal dari berbagai sumber dan masuk ke laut melalui jalur media udara/angin. Sedimen jenis ini dapat bersumber dari luar angkasa , aktifitas gunung api atau berbagai partikel darat yang terbawa angin. Material yang bersal dari luarangkasa merupakan sisa-sisa meteorik yang meledak di atmosfir dan jatuh di laut. Sedimen yang bersal dari letusan gunung berapi dapat berukuran halus berupa debu volkanin, atau berupa fragmen-fragmen aglomerat. Sedangkan sedimen yang bersal dari partikel di darat dan terbawa angin banyak terjadi pada daerah kering dimana proses eolian dominan namun demikian dapat juga terjadi pada daerah sub tropis saat musim kering dan angin bertiup kuat. Dalam hal ini umumnya sedimen tidak dalam jumlah yang dominan dibandingkan sumber-sumber yang lain.
(Sugeng Widada : )
Dalam suatu proses sedimentasi, zat-zat yang masuk ke laut berakhir menjadi sedimen. Dalam hal ini zat yang ada terlibat proses biologi dan kimia yang terjadi sepanjang kedalaman laut. Sebelum mencapai dasar laut dan menjadi sedimen, zat tersebut melayang-layang di dalam laut. Setelah mencapai dasar lautpun , sedimen tidak diam tetapi sedimen akan terganggu ketika hewan laut dalam mencari makan. Sebagian sedimen mengalami erosi dan tersusfensi kembali oleh arus bawah sebelum kemudian jatuh kembali dan tertimbun. Terjadi reaksi kimia antara butir-butir mineral dan air laut sepanjang perjalannya ke dasar laut dan reaksi tetap berlangsung penimbunan, yaitu ketika air laut terperangkap di antara butiran mineral.
(Agus Supangat dan Umi muawanah)
Era oseanografi secara sistematis telah dimulai ketika HMS Challenger kembali ke Inggris pada tanggal 24 Mei 1876 membawa sampel, laporan, dan hasil pengukuran selama ekspedisi laut yang memakan waktu tiga tahun sembilan bulan. Anggota ilmuan yang selalu menyakinkan dunia tentang kemajuan ilmiah Challenger adalah John Murray, warga Kanada kelahiran Skotlandia. Sampel-sampel yang dikumpulkan oleh Murray merupakan penyelidikan awal tentang sedimen laut dalam. Sedimen laut dalam dapat di bagi menjadi 2 yaitu Sedimen Terigen Pelagis dan Sedimen Biogenik Pelagis.


1. Sedimen Biogenik Pelagis
Dengan menggunakan mikroskop terlihat bahwa sedimen biogenik terdiri atas berbagai struktur halus dan kompleks. Kebanyakan sedimen itu berupa sisa-sisa fitoplankton dan zooplankton laut. Karena umur organisme plankton hannya satu atau dua minggu, terjadi suatu bentuk ‘hujan’ sisa-sisa organisme plankton yang perlahan, tetapi kontinue di dalam kolam air untuk membentuk lapisan sedimen. Pembentukan sedimen ini tergantung pada beberapa faktor lokal seperti kimia air dan kedalaman serta jumlah produksi primer di permukaan air laut. Jadi, keberadan mikrofil dalam sedimen laut dapat digunakan untuk menentukan kedalaman air dan produktifitas permukaan laut pada zaman dulu.
2. Sedimen Terigen Pelagis
Hampir semua sedimen Terigen di lingkungan pelagis terdiri atas materi-materi yang berukuran sangat kecil. Ada dua cara materi tersebut sampai ke lingkungan pelagis. Pertama dengan bantuan arus turbiditas dan aliran grafitasi. Kedua melalui gerakan es yaitu materi glasial yang dibawa oleh bongkahan es ke laut lepas dan mencair. Bongkahan es besar yang mengapung, bongkahan es kecil dan pasir dapat ditemukan pada sedimen pelagis yang berjarak beberapa ratus kilometer dari daerah gletser atau tempat asalnya.
Angin merupakan alat transportasi penting untuk memindahkan materi langsung ke laut. Lempung pelagis yang ada di laut dibawa terutama oleh tiupan angin (aeolian). Ukuran lempung ini < 20 µm. daerah lintang rendah menjadi daerah yang berpotensi dengan debu. Total debu yang di bawa angin ke laut adalah 108 ton per tahun. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan dengan sedimen yang dibawa oleh sungai, sebesar 1,5 X 1010 ton per tahun. Sedimen juga terdapat di dataran tubir, tetapi hampir semua berada di sepanjang pinggiran benua termasuk mineral-mineral lempung yang dominan yang diperoleh dari suspensi flokulasi di mulut sungai dan estuari. Jadi, jumlah sedimen terigen sungai pada lempung pelagis relatif dapat berkurang terhadap kontribusi aeolian.
Komponen utama debu yang terbawa angin adalah kuarsa dan mineral lempung. Pada skala global, jumlah masuknya materi Vulkanologi ke sedimen laut dalam adalah kecil. Letusan besar dapat mengeluarkan abu dan debu dalam jumlah yang banyak dengan ketinggian 15-50 km, dan partikel terkecil berukuran 1-<1µm dapat tetap terapung selama beberapa bulan. Selama waktu tersebut partikel dapat bergerak mengelilingi bumi bersama angin lintang tinggi dan menyebabkan kondisi cuaca tidak lazim: saat matahari terbit panasnya luar biasa materi berukuran 1-20 µm sangat jarang berada di kedalaman 10 km. materi ini akan jatuh di daerah yang jauhnya ratusan hingga ribuan km dari tempat letusan dalam beberapa hari atau minggu. Dari proses tersebut terbentuklah lapisan abu vulkanik yang berbeda dan dapat digunakan dalam korelasi penimbunan sedimen pelagis untuk lokasi-lokasi yang terpisah jauh.
(Agus Supangat dan Umi Muawanah).
Selain pengertian sedimen di atas ada pengertian lain tentang sedimen yaitu batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk oleh proses sedimentasi. Sedangkan sedimentasi adalah proses pengendapan sediemen oleh media air, angin, atau es pada suatu cekungan pengendapan pada kondisi P dan T tertentu.
Dalam batuan sedimen dikenal dengan istillah tekstur dan struktur. Tekstur adalah suatu kenampakn yang berhubungan erat dengan ukuran, bentuk butir, dan susunan kompone mineral-mineral penyusunnya. Studi tekstur paling bagus dilakukan pada contoh batuan yang kecil atau asahan tipis.
Struktur merupakan suatu kenampakan yang diakibatkan oleh proses pengendapan dan keadaan energi pembentuknya. Pembentukannya dapat pada waktu atau sesaat setelah pengendapan. Struktur berhubungan dengan kenampakan batuan yang lebih besar, paling bagus diamati di lapangan misal pada perlap[isan batuan.
(Sugeng Widada : 2002)
A. TEKSTUR BATUAN SEDIMEN
Sebagian besar batuan sedimen dibedakan dari batuan lain karena tersusun oleh butiran hasil rombakan batuan lain yang lebih tua, butiran-butirannya mempunyai kontak tangensial yang membentuk lubang-lubang bila dilihat dalam rangkaian tiga dimensi.
1. Tekstur Klastik
Untuk mendiskripsikan tekstur klastik kenampakan yang perlu diperhatikan adalah ukuran dan tingkat keseragaman partikel serta bentuk.
a. Ukuran dan tingkat keseragaman partikel
Ukuran butir sedimen merupakan faktor penting dalam penamaan batuan sedimen, klasifikasi yang digunakan biasanya adalah klasifikasi Wentworth. Tingkat keseragaman butir atau sortasi merupakan tingklat kopentensi dan efisiensi media pengangkutnya, di bedakan menjadi :
ØVery well sorted
ØWell sorted
ØModerately sorted
ØVery poorly sorted
b. Bentuk
Dalam mendiskripsikan bentuk partikel, dua sifat harus dibedakan yaitu Spericity dan Roundness.
Sphericity adalah pendekatan setiap individu partikel ke bentuk bola, sepenuhnya tergantung pada bentuk asli partikel, sedanglan abrasi merupakan faktor minor. Istilah deskriptif paling bagus dipakai untuk partikel pasir atau yang lebih kasar berdasarkan diameter maximum, minimum dan intermedit. Ada empat bentuk dasar yang dipakai yaitu equant, tabular, prolate, dan bladed.
Roundness adalah suatu ukuran adanya abrasi yang menyebabkan proses pembundaran pada sudut-sudut atau ujung-ujung fragmen. Istilah kualitas yang dipakai yaitu angular, subangular, subrounded, rounded, dan well rounded.
2. Tekstur Non Klastik
Tekstur non klastik terutama dihasilkan oleh presipitasi kimiawi dan aktifitas organisme. Contoh-contoh batuannya adalah :
Ø Evaporit yaitu batuan hasil penguapan garam batu, anhidrit, gips, garam kali dan lain-lain.
Ø Sedimen organik, sisa-sisa dari zat-zat hidup misal gambut
Ø Sedimen silika misal nodul dan konkresi
B. STRUKTUR BATUAN SEDIMEN
Struktur sedimen umumnya dibedakan menjadi 3 golongan yaitu :
1. Struktur anorganik terutama pelapisan, contoh : graded beds, cross beds, mudcraks.
2. Struktur biogenik terdiri dari struktur jejak dan boring
3. Struktur deformasi terdiri dari convolute bedding, ball and pillow dan diapiric.
Berbagai sifat fisik sedimen ditelaah sesuai dengan tujuan dan kegunaannya. Diantaranya adalah tekstur sedimen yang meliputi ukuran butir (grain size), bentuk butir ( partikel shape), dan hubungan antar butir (fabrik), struktur sedimen, komposisi mineral, serta kandungan biota. Dari berbagai sifat fisik tersebut ukuran butur menjadi sangat penting karena umumnya menjadi dasar dalam penamaan sedimen yang bersangkutan serta membantu analisa proses pengendapan karena ukuran butir berhubungan erat dengan dinamika transfortasi dan deposisi (Krumbein dan Sloss (1983)). Berkaitan denga sedimentasi mekanik ukuran butir akan mencerminkan resistensi butiran sedimen terhadap proses pelapukan erosi/abrasi serta mencerminkan kemampuan dalam menentukan transfortasi dan deposisi. Dengan melihat cara transfor sedimen dapat dilihat melalui :
1. Transfor Sedimen pada Pantai
Pettijohn (1975), Selley (1988) dan Richard (1992) menyatakan bahwa cara transfortasi sedimen dalam aliran air dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Sedimen merayap (bed load) yaitu material yang terangkut secara menggeser atau menggelinding di dasar aliran.
2. Sedimen loncat (saltation load) yaitu material yang meloncat-loncat bertumpu pada dasar aliran.
3. Sedimen layang (suspended load) yaitu material yang terbawa arus dengan cara melayang-layang dalam air.
2. Transfor Sedimen Sepanjang Pantai
Transfor sedimen sepanjang pantai merupakan gerakan sedimen di daerah pantai yang disebabkan oleh gelombang dan arus yang dibangkitkannya (Komar : 1983). Transfor sedimen ini terjadi di daerah antara gelombang pecah dan garis pantai akibat sedimen yang dibawanya (Carter, 1993). Menurut Triatmojo (1999) transfor sedimen sepanjang pantai terdiri dari dua komponen utama yaitu transfor sedimen dalam bentuk mata gergaji di garis pantai dan transfor sedimen sepanjang pantai di surf zone.
Transfor sedimen pantai banyak menimbulkan fenomena perubahan dasar perairan seperti pendangkalan muara sungai erosi pantai perubahan garis pantai dan sebagainya (Yuwono, 1994). Fenomena ini biasanya merupakan permasalahan terutama pada daerah pelabuhan sehingga prediksinya sangat diperlukan dalam perencanaan ataupun penentuan metode penanggulangan. Menurut Triatmojo (1999) beberapa cara yang biasanya digunakan antara lain adalah :
a. Melakukan pengukuran debit sedimen pada setiap titik yang ditinjau, sehingga secra berantai akan dapat diketahui transfor sedimen yang terjadi.
b. Menggunakan peta/ foto udara atau pengukuran yang menunjukan perubahan elevasi dasar perairan dalam suatu periode tertentu. Cara ini akan memberikan hasil yang baik jika di daerah pengukuran terdapat bangunan yang mampu menangkap sedimen seperti training jetty, groin, dan sebagainya.
c. Rumus empiris yang didasarkan pada kondisi gelombang dan sedimen pada daerah yang di tinjau.
3. Sedimentasi Pada Muara Sungai
Muara sungai dapat dibedakan dalam tiga kelompok yang tergantung pada faktor domonan yang mempengaruhi. Yaitu didominasi faktor gelombang, debit sungai atau pasang surut. Pada kenyataannya ketiga sungai tersebut akan bekerja secra simultan, walaupun salah satunya akan terlihat lebih dominan pada daerah muara dimana gelombang lebih dominan biasanya akan mengakibatkan tertutupnya muara sungai akibat transfor sedimen sepanjang pantai yang dibawanya masuk ke alur sungai.

DAFTAR PUSTAKA
Sugeng widada, 2002, Modul Mata Kuliah. Universitas Diponegoro : Semarang
Umi Muawanah dan Agus supangat. 1998. Pengantar Kimia dan Sedimen Dasar Laut. Badan Riset Kelautan Dan Perikanan: Jakarta.

Wednesday, 8 April 2009

Menyanyi: Taktisnya Pembelajaran Oleh FX Aris Wahyu Prasetyo - 9 April 2009 - Dibaca 116 Kali

Tepatnya jam terakhir waktu itu, ketika sang guru mulai berjalan menuju sebuah kelas yang tak jauh dari ruang guru. Sesampainya di dalam kelas sang guru meminta salah seorang siswa untuk mengambil gitar yang ada di bagian pojok belakang kelas itu. Tampak anak-anak di kelas itu mencoba menebak-nebak dalam hati apa yang akan dilakukan sang guru siang itu. Bagi anak-anak, belajar dengan sang guru adalah sebuah penantian. Mereka menanti pembelajaran bersama sang guru dengan segala aktivitas yang berbeda dengan guru-guru yang lain.

Seiring langkah Richard mengambil gitar, anak-anak serasa tak sabar menanti kegiatan apa yang akan mereka lakukan siang itu. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu itu datang juga tepat langkah Richard sampai di depan sang guru lagi. Sang guru pun segera meminta Richard untuk mengiringi kelas yang akan menyanyikan sebuah lagu populer.

Anak-anak pun tampak begitu bersemangat tatkala sang guru mengajak mereka untuk menyanyikan sebuah lagu dari Ada Band dengan judul “Yang Terbaik Bagimu”. Petikan gitar Richard pun memulai dengan begitu syahdu, yang tak lama disusul suara serempak kelas menyanyikan bait demi bait lagu itu.

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Di sisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan dalam waktu kuberanjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Kuterus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya kumencintaimu
Kan kubuktikan kumampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Kurindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

Tampak sang guru dan anak-anak menyanyikan lagu itu serasa begitu menghayatinya dengan penuh fantasi yang menggambarkan lirik lagu itu. Gurat wajah mereka menyiratkan betapa lagu itu telah membawa mereka pada keadaan yang terdalam akan makna kehidupan ini. Lagu Ada Band itu telah mengantar kelas itu pada situasi untuk melihat kembali jalan hidup mereka masing-masing dengan segala lika-likunya. Serasa syahdu dan haru siang itu, tatkala mereka pun meresapi dan memaknai arti seorang ayah dalam hidup mereka melalui rangkaian kata demi kata dalam lagu itu yang begitu menyentuh hati.

Graffiti Pemaknaan

Pembelajaran siang itu dimulai begitu syahdu rasanya dengan menyanyikan sebuah lagu yang diiringi petikan gitar yang mendeting serasa semakin membuat harunya situasi. Sang guru pun hayut dalam situasi itu dan membuat matanya berkaca-kaca mencerminkan sebuah perasaan terdalam akan arti seorang ayah dalam hidupnya.

Menyanyikan sebuah lagu itu menjadi sebuah awal dalam pembelajaran siang itu. Sang guru pun mulai memajang beberapa kertas flap (sekitar 80 x 120 cm luasnya). Setelah semua kertas flap itu terpajang di papan tulis dan dinding kelas itu, sang guru memberi kesempatan kepada anak-anak itu untuk menulis atau menggambar di kertas itu yang mencerminkan makna dari lagu “Yang Terbaik Bagimu” itu. Spidol warna-warni pun sudah disedikan sang guru untuk semakin menyemarakkan pemaknaan itu.

Ada seorang anak membuat sebuah puisi pendek di kertas itu. Anak itu seperti ingin mencurahkan perasaannya pada sang ayah. Dari puisi yang dia buat, tampak dia ingin mengatakan bahwa ayahnya telah begitu sayang padanya tetapi kadangkala dia tidak menyadarinya. Dia begitu mencurahkan “kedurhakaan”-nya lewat puisi pendek itu.

Di bagian lain ada seorang anak membuat gambar seorang ayah di angkasa dan seorang anak kecil yang hanya bisa memandang di tengah lapang. Apakah maksud dari gambar itu? Rupanya anak tersebut sudah ditinggal ayahnya sejak dia berumur satu tahun karena sebuah kecelakaan. Dia merasa bahwa sosok ayah masih begitu kabur di angkasa. Dia begitu mengharapkan seorang ayah yang nyata memeluknnya di bumi. Dia mengenal ayahnya hanya dari cerita ibunya.

Bahkan ada anak lain yang menggambar seorang ayah dengan kumis yang tebal dan wajah garang namun di bagian perut ada gambar hati yang besar. Anak ini ingin mengatakan bahwa ayahnya begitu galak dan sangat ketat kepadanya. Namun dia juga menyadari bahwa semua itu demi kebaikan dan masa depannya.

Ada begitu banyak tulisan dan gambar yang dibuat anak-anak siang itu untuk memaknai sebuah lagu yang sudah mereka nyanyikan. Seputar kelas itu penuh dengan graffiti sebagai wujud pemaknaan mereka. Mereka dengan bebas dan ekspresif memaknai lagu itu sesuai dengan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Tentunya sang guru pun dibuat terharu dengan ekspresi anak-anak itu karena betapa mendalamnya mereka memaknai lagu itu.

Pembelajaran Populer

Sang guru mencoba mengajarkan sebuah topik pembelajaran dengan masuk melalui dunia anak-anak. Mengajarkan analisis puisi kadangkala menjadi sebuah pembelajaran yang kurang menarik bagi anak-anak. Mereka lebih suka menulis puisi dengan tema bebas ketimbang menganalisisnya. Sang guru mencoba menggunakan sebuah lagu untuk mengajari bagaimana anak-anak harus menganalisis. Lagu merupakan sebuah puisi populer yang banyak ditemukan dan tentunya disukai anak-anak.

Masuk melalui dunia merekalah, pembelajaran itu berlangsung dengan lancar bahkan mampu direfleksi dengan dalam. Bahkan anak-anak tidak merasa sedang belajar analisis, justru mereka begitu asyik menikmati pembelajaran layaknya mendengarkan sebuah lagu pilihan mereka. Dan, saat menuangkan analisis mereka dalam bentuk graffiti itu, mereka merasa itu adalah sebuah dinamika yang ekspresif. Sang guru pun pastinya puas dan bangga akan apa yang dilakukan anak-anak, begitu reflektifnya mereka dalam pembelajaran.

Pembelajaran populer telah bergulir dengan sebuah dinamika populer melalui sebuah lagu populer juga. Pembelajaran menjadi sebuah arena yang menarik bagi guru untuk selalu kreatif dan taktis. Menyanyi di kelas itu telah menunjukkan betapa taktisnya pembelajaran. Semoga ibu pertiwi pun mendengarkan senandung refleksi anak-anak bangsa ini.

Siapa yang Salah Jika Banyak yang Golput?

Agenda pelaksanaan pemilihan calon anggota legeslatif dan anggota DPD tinggal beberapa hari lagi. Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari oleh semua pihak, mulai dari KPU dan ‘relawannya’ sampai dengan Caleg dan simpatisannya. Tapi, persiapan justru tidak begitu ketara di golongan pemilih. Sebagian besar, aku yakin belum memiliki kesiapan khusus menyambut datangnya pesta demokrasi 5 tahunan ini, termasuk persiapan untuk menentukan pilihan politiknya.

Beberapa orang (pemilih), memang sudah mempersiapkan datangnya hari pemungutan suara dengan matang. Sejak dimulainya masa kampanye beberapa bulan lalu, golongan masyarakat yang seperti ini sudah mencermati dengan seksama terhadap tindak-tanduk parpol dan calegnya. Tak lain dan tak bukan, ini semua dilakukan agar tidak salah pilih. Sebagian pihak memandang ini adalah hal yang harus dilakukan. Kepercayaan tidak begitu saja diberikan kepada orang yang baru dikenal. Jadi, harus tahu track record caleg dan parpolnya.

Tapi, masih ada banyak masyarakat negeri ini yang belum mempersiapkan hal ini. Termasuk persiapan pilihan. Ada yang memang tidak mengerti agenda pemilu, ada yang tidak memahami esensi pelaksanaan pemilu, atau bahkan ada yang sudah antipati dengan pemilu. Masing-masing orang mempunyai kondisi yang berbeda.

Menyorot golongan ketiga (dari tiga golongan yang aku sebut tadi), yakni golongan yangg apatis dan antipati, sebenarnya apa yang sudah menjadikan seseorang demikian? Bukan karena sebab lain. Sebenarnya semuanya bermuara dari apa yang sudah terjadi di masa-masa sebelumnya. Bagaimana perilaku para elit politik yang sudah diberi mandat oleh rakyat, bertindak tidak sesuai harapan pemilihnya. Banyak sekali kasus ‘memalukan’ yang bisa dicermati masyarakat. Muara dari semua ini adalah keengganan seseorang untuk memilih dan memilih. Toh, yang dipilih juga tidak amanah dan lupa akan janji saat kampanya.

Sebenarnya golput itu kan bukan hal yang aneh. Kalau kita tinggal di desa, kan ada pemilihan kepala desa. Jika yang ada hanya satu calon saja, maka gelaran pemungutan suara tetap dilakukan. Tetap dilakukannya pemungutan suara ini untuk mengetahui seberapa banyak pemilih calon tersebut dan juga sebagai ‘amanah psikologi’ si calon. Apapun hasilnya, sebenarnya tidak berpengaruh karena yang akan menjadi kades ya dia. Tapi secara psikologis, jika yang tidak memillih lebih besar dari yang memilih bagaiamana? Nilai legitimasi masyarakat, sebenarnya itu tujuannya.

Kalau kasusnya sudah demikian, apakah fatwa haram golput cukup efektif untuk menekan angka golput? Bukankan memilih atau tidak itu bagian dari pilihan (politik) juga? Terus, sebenarnya siapa yang harus disalahkan jika kondisi ini (nantinya akan) terjadi? Memang, bukan saatnya lagi untuk menunjuk siapa yang salah dan siapa yang benar. Akan tetapi, semakin tingginya kesadaran politik masyarakat akan membawa dampak beragamnya pilihan politik yang akan diambil, termasuk golput.

Apapun besok yang akan terjadi, mudah-mudahan pemilu bisa berjalan dengan lancar, damai dan penuh dengan kedewasaan semua pihak. Calon-calon anggota dewan yang kalah bisa menerima dengan lapang, serta yang menang bisa menjalankan amanah. Pemilih juga tidak sekedar memilih, tapi tahu dan paham kenapa kita memilih. Ini semua demi kemajuan dan kedewasaan Negeri Ibu Pertiwi ini.